Usai sudah pertunjukkan paling spektakuler di dunia yang kita kenal sebagai Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Spanyol adalah negara yang berhasil mengangkat trofi kemenangan setelah di partai pamungkas mematahkan dominasi tak terkalahkan Belanda. Ini merupakan kali pertamanya negara Matador tersebut memenangi Piala Dunia sekaligus berhasil mengawinkannya dengan Piala Eropa yang telah didapatkannya dua tahun silam.
La Furia Roja (julukan timnas Spanyol) memang bukan tanpa alasan menjadi begitu digdaya dalam urusan bola di jagad ini. Kesuksesan ini adalah keberhasilan mereka dalam melakukan regenerasi pemain. Sang coach Vicente del Bosque berani membuat kombinasi menakjubkan antara pemain kawakan dengan pemain baru. Pemain bermuka lama sebut saja Carles Puyol, Xavi Hernandez, dan Iker Casillas sedangkan kategori new comers begitu berlimpah yaitu Pedro Rodriguez, Gerrard Pique, Jesus Navas, dan Cesc Fabregas. Ibarat lakon (pahlawan dalam bahasa Jawa) awalnya kalah kemudian selalu menang. Begitulah David Villa cs. setelah di partai awal fase grup kalah menyakitkan 0-1 dari Swiss selanjutnya bangkit hingga menuju podium kemenangan.
Sayangnya pertandingan puncak ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah final Piala Dunia. Tercatat ada 13 kartu kuning (8 pemain Belanda dan 5 pemain Spanyol) plus 1 kartu merah (pemain Belanda) yang dikeluarkan oleh Howard Webb sebagai juri lapangan. Agaknya panji sakral berwarna kuning bertuliskan “My Game is Fair Play” di awal sebelum pertandingan tidak diindahkan oleh kedua tim. Namun ketidak-fair play-an itu terhapus oleh permainan cantik Spanyol (full attack) dan the Netherlands (counter attack) selama 120 menit. Meski hanya satu butir gol yang tercipta oleh kaki Andres Iniesta yang berhasil lolos dari jebakan off side, itu pun baru terjadi di tiga menit akhir babak kedua ekstra time. Sungguh sangat dramatis.
Apapun itu semua penduduk dunia pastinya mengucapkan selamat untuk sang juara, seluruh timnas, dan pastinya negeri Nelson Mandela sebagai tuan rumah. Selama satu bulan ini kita disuguhi show yang menakjubkan, nyanyian waka-waka, para bafana-bafana, dan tentunya dengungan suara terompet vuvuzela. Apalagi ketika mata ini menonton closing ceremony yang hanya bisa diucapkan dengan satu kata: incredible! Ya semoga kita bisa menikmatinya empat tahun lagi di tanah Samba Brazil.
Lalu, kapankah negara kita tercinta Indonesia menyusul menjadi titik pusat dari dunia layaknya Afrika Selatan?



asyiiikkk..nemu fans Spanyol
salam kenal dari saya..Madridista&Iker Casillas lover ^^
-halaMadrid-
Arie mtz… Piye Manadoman kbrnya? Jd kBdg kpn bro? Siap Gatheringan nih… He3… Siap ketemu mantan doi y Lu…
La Furia Roja…